New Honda Mobilio 2019

Dikutip dari AutonetMagz.Com , Honda Mobilio yang belum lama ini diluncurkan memang hanya mengandung ubahan kosmetik dan sedikit update fitur. Perintilan macam projector headlamp, antena shark fin, pelek baru dan head unit baru memang tidak terdengar banyak, tapi syukurlah harganya tidak naik. Belum lama ini, PT. Honda Prospect Motor mengundang media untuk test drive dari Cilandak Town Square hingga Ancol dengan menggunakan Mobilio baru di acara Media Test Drive.

Dimulai dari area Citos, Honda menyiapkan 20 unit Honda Mobilio E CVT untuk dicoba. Sebelum berangkat, rupanya 3 dari 20 mobil yang disiapkan mengalami sedikit kendala, yakni head unit yang tidak menyala. Setelah diperiksa, rupanya sekringnya belum terpasang dengan benar, dan untungnya 17 mobil yang lain tidak ada masalah berarti. Kami di mobil nomor 14 dan langsung meluncur sesuai rute yang diputuskan.

Rutenya adalah dari Citos ke checkpoint pertama di rest area tol Serpong, lalu exit di BSD buat masuk lagi ke tol Serpong lalu masuk lagi ke tol JORR dan maju terus sampai ke checkpoint kedua di Pantai Indah Kapuk. Habis dari PIK, peserta diarahkan ke Ancol sebagai titik akhir rute test drive. Saat briefing, dijelaskan bahwa test drive kali ini juga sekalian adu irit-iritan antar 20 mobil.

Saya dan rekan-rekan media lain duduk bertiga di dalam Honda Mobilio E CVT nomor urut 14, dan kami sepakat untuk tidak benar-benar total mencapai angka seirit-iritnya. Kami normal saja, AC nyala, head unit nyala, kalau harus kickdown ya kickdown, sebagaimana normalnya orang lain nyetir mobil. Peserta lain ada yang total sampai tidak menyalakan AC, tidak menyalakan head unit dan mengusahakan mengemudi irit, tapi kami tidak terlalu peduli, Jakarta panas.

Seperti yang bisa diduga, driving experience Honda Mobilio 2019 tidak ada bedanya dengan yang sebelumnya. Suspensi sedikit stiff, pengendalian mantap dan akurat, setir enteng serta responsif, body roll termasuk minim untuk ukuran MPV. Suara dari kolong dan suara angin agak masuk saat kecepatan di 100 km/jam, dan CVT-nya sepertinya memang diset untuk efisiensi, sebab saat kecepatan 80 km/jam konstan, RPM hanya manteng di 1.000 RPM lebih sedikit.

Tenaga mesinnya tidak ada bedanya, tetap yang terbesar di kelasnya dan memang terasa demikian, apalagi jika pernah merasakan Mobilio manual. Sepanjang perjalanan, kami terjebak kemacetan sekitar 3 kali. Pertama saat mau masuk tol JORR dari Citos, kedua di tol JORR menuju PIK, ketiga saat mau masuk tol Grogol menuju Ancol. Hasilnya, dari Citos sampai Ancol tanpa harus memanggang diri di dalam karena AC kami tetap nyala, kami mencetak 14,8 km/liter.

Lumayan, menimbang-nimbang kami kena macet 3 kali. Kontestan lain ada yang mendapat hasil di atas 20 km/liter. Overall, mobil ini memang tidak terlalu berubah dibandingkan versi sebelumnya, ia tetap sama dalam hal driving experience. Kami berharap karena Honda Brio sudah diperbaru dan Mobilio sudah dapat kosmetik ringan, saatnya Honda BR-V diubah juga biar tidak kalah saing dengan rivalnya. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!