Honda X-NV Concept : Kembaran HR-V Bertenaga Listrik

Dikutip dari Autonetmagz.com,Tentunya kalian masih ingat tahun lalu pihak Honda di China memamerkan sebuah mobil konsep yang diberi nama Honda Everus EV yang notabene adalah sebuah Honda HR-V namun bertenaga listrik. Mobil itu lantas masuk jalur produksi dan bernama Honda Everus VE-1 yang berstatus CDM alias untuk pasar China only. Di Gelaran Shanghai International Auto Show 2019, pihak Honda kembali bermain – main dengan basis Honda HR-V dan kembali menelurkan sebuah mobil listrik yang diberi nama Honda X-NV Concept.

Jika kalian perhatikan bentuk Honda X-NV Concept ini mungil, kalian tak akan perlu waktu lama untuk mengetahui bahwa mobil ini dibuat dari basis Honda XR-V alias Honda HR-V versi China. Nah, padahal pihak Honda sudah memiliki Honda Everus VE-1 di China untuk mengisi pasar mobil listrik disana, lalu mengapa pihak Honda kembali menghadirkan Honda X-NV Concept?

Jawabannya sederhana, karena di China pihak Honda memiliki dua joint venture. Honda Everus VE-1 sendiri merupakan produk yang dikembangkan oleh GAC-Honda, sedangkan Honda X-NV Concept merupakan produk yang dirancang oleh Honda Motor China Technology Co., Ltd bersama Dongfeng Honda.

Nah, jika Honda Everus VE-1 sangat mirip dengan Honda HR-V, pun begitu dengan Honda X-NV Concept yang juga sangat mirip dengan Honda XR-V, terutama bagian sampingnya. Baik Honda X-NV Concept maupun Honda Everus VE-1 Concept sama – sama mengusung warna putih, atap hitam, spion yang kecil dan lancip serta aura warna biru di beberapa bagian body.

Selain itu, Honda X-NV Concept juga memiliki port pengisian daya yang posisinya di depan, di bagian grille mobil seperti milik Honda Everus VE-1 Concept. Velg dari Honda X-NV Concept ini juga cukupan, walau agak terlalu biasa untuk sebuah mobil konsep. Berita baiknya, versi produksi massal dari Honda X-NV Concept sendiri bakal segera diproduksi di China.

Kabarnya, semester kedua tahun 2019 ini bakal menjadi waktu peluncuran dari versi produksi massal Honda X-NV Concept sebagai mobil listrik khusus pasar China. Dan peluncuran ini sendiri menjadi bagian dari rencana Honda untuk meluncurkan 20 mobil bertenaga listrik hingga tahun 2025 mendatang. Per tahun 2020 mendatang pihak Honda juga bakal memperkenalkan jajaran produk PHEV mereka di pasar global. Salah satu yang paling dinantikan adalah sosok Honda HR-V generasi terbaru yang kabarnya bakal hadir dengan skema PHEV dan juga varian berbentuk coupe SUV. Nah, sayangnya kita belum bisa berharap banyak produk – produk tersebut bakal masuk ke Indonesia dalam waktu dekat karena regulasi & infrastruktur di Negeri kita belum sepenuhnya siap.

Jadi, bagaimana menurut kalian? Yuk sampaikan pendapat kalian di kolom komentar di bawah ini.

Honda Prospect Motor Rayakan HUT ke-20,Brio Mulai diekspor

Dikutip dari AutonetMagz.com, PT. Honda Prospect Motor(HPM) sebagai agen pemegang merek mobil di Indonesia merayakan HUT ke- 20 tahun. Perayaan ini diselenggarakan di pabrik HPM di Karawang, Jawa Barat. Acara ini dihadiri oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Wakil Bupati Karawang H. Ahmad Zamakhsyari, Duta Besar Jepang Masafumi Ishii, Chief Officer for Regional Operations(Asia & Oceania) Honda Motor Co.,Ltd juga President and CEO Asian Honda Motor Co.,Ltd Masayuki Igarashi,dan President Director PT. HPM Takehiro Watanabe.

Sedikit membahas sejarah, PT. HPM didirikan pada 1999 sebagai kerjasama antara PT. Prospect Motors dan Honda Motor Co.,Ltd. PT. Prospect Motor merupakan distributor tunggal Honda sejak 1973 yang merupakan tonggak sejarah penjualan Honda di Indonesia. Pada 2003, HPM mulai memproduksi mobil setelah memdirikan pabrik di Karawang. Pada 2012, HPM mendirikan pabrik kedua untuk meningkatkan kapasitas produksi. Saat ini, pabrik HPM memproduksi Honda Brio, Honda Mobilio, Honda BR-V, Honda Jazz, Honda HR-V dan Honda CR-V. Dari tahun ke tahun, HPM juga telah meningkatkan kandungan lokal pada produksinya hingga mencapai 89% pada tahun 2019.

Selain memproduksi mobil untuk pasar domestik, HPM juga mengekspor mobil ke beberapa negara. Ekspor komponen mobil pertama kali dilakukan melalui PT Prospect Motor pada tahun 1992 ke berbagai negara meliputi Jepang, Thailand, Malaysia, India, Pakistan, Filipina, Vietnam, Brazil, Argentina, Meksiko dan Taiwan. Ekspor mobil secara utuh mulai dilakukan tahun 2009, dengan Freed sebagai model pertama ke Singapura, Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam. Lalu di 2019 ini, HPM mulai mengekspor All New Honda Brio ke Vietnam dan Filipina ditandai dengan pelepasan produksi pertama yang dilakukan bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke-20 HPM. Honda Brio untuk ekspor memiliki perbedaan dengan pasar lokal, yakni setir kiri dan tidak memiliki headunit.

Dalam sambutannya, Masayuki Igarashi mengatakan, “Indonesia adalah pasar yang penting untuk bisnis Honda, dan Indonesia juga telah menjadi kontributor utama dalam penjualan Honda di wilayah Asia dan Oceania. Untuk mewujudkan komitmen kami terhadap pasar Indonesia, kami telah meningkatkan investasi melalui pembangunan berbagai fasilitas serta memproduksi beberapa model yang dikembangkan khusus untuk konsumen Indonesia.”

Sementara itu, Takehiro Watanabe berharap agar merasa butuh dengan kehadiran HPM di Indonesia dan percaya HPM mampu memberikan kontribusi positif bagi Indonesia. “Selama 20 tahun, HPM terus berusaha menjadi perusahaan yang diinginkan kehadirannya oleh masyarakat Indonesia. Indonesia adalah salah satu contoh ideal yang menggambarkan kebijakan produksi Honda, yakni ‘melakukan produksi dimana terdapat permintaan, dengan mengoptimalkan sumber daya lokal’. Kami percaya bisnis Honda di Indonesia akan terus membawa kontribusi positif terhadap industri dan masyarakat di negara ini.”

All New Honda Brio Satya dan Brio RS Pimpin Penjualan di Awal Tahun 2019

All New Honda Brio Satya dan All New Honda Brio RS mengawali tahun 2019 dengan kembali menjadi model dengan penjualan tertinggi untuk Honda. Kedua produk tersebut juga memimpin penjualan di segmennya masing-masing pada bulan Januari 2019 lalu.

All New Honda Brio Satya mencatat penjualan sebesar 4.798 unit dan menguasai 28% pangsa pasar di segmen LCGC. Sementara itu, All New Honda Brio RS terjual sebanyak 1.699 unit di bulan Januari lalu dan memimpin pasar City Car dengan pangsa pasar hingga 87%.

Secara total, kedua model tersebut memberikan kontribusi hingga 65% dari keseluruhan penjualan mobil Honda di bulan Januari 2019, yang tercatat sebanyak 10.064 unit.

Selain All New Honda Brio, kontribusi untuk penjualan Honda juga datang dari produk lainnya, yaitu Honda Jazz yang mencatat penjualan sebanyak 1.423 unit, Honda HR-V 1.5L sebanyak 1.171 unit dan Honda HR-V 1.8L sebanyak 357 unit. Kemudian, Honda CR-V terjual sebanyak 376 unit, dilanjutkan Honda BR-V sebanyak 166 unit, Honda Civic Hatchback sebanyak 27 unit dan Honda City sebanyak 15 unit.

Sementara itu, Honda Mobilio terjual sebanyak 32 unit di bulan Januari seiring dengan berakhirnya produksi model sebelumnya, menjelang diluncurkannya model terbaru New Honda Mobilio pada 21 Februari lalu di Jakarta.

Jonfis Fandy sebagai Marketing & After Sales Service Director mengatakan, “Penjualan Honda di segmen LCGC & City Car telah memberikan kontribusi yang signifikan dengan hadirnya generasi terbaru All New Honda Brio. Penjualan Honda di bulan-bulan berikutnya tentunya juga akan didukung penyegaran model yang kami lakukan di awal tahun ini, terutama dari Honda Mobilio dan Honda Civic yang baru saja kami luncurkan.”

Honda Mobilio 2019 Test Drive : Adu Irit Citos – Ancol

New Honda Mobilio 2019

Dikutip dari AutonetMagz.Com , Honda Mobilio yang belum lama ini diluncurkan memang hanya mengandung ubahan kosmetik dan sedikit update fitur. Perintilan macam projector headlamp, antena shark fin, pelek baru dan head unit baru memang tidak terdengar banyak, tapi syukurlah harganya tidak naik. Belum lama ini, PT. Honda Prospect Motor mengundang media untuk test drive dari Cilandak Town Square hingga Ancol dengan menggunakan Mobilio baru di acara Media Test Drive.

Dimulai dari area Citos, Honda menyiapkan 20 unit Honda Mobilio E CVT untuk dicoba. Sebelum berangkat, rupanya 3 dari 20 mobil yang disiapkan mengalami sedikit kendala, yakni head unit yang tidak menyala. Setelah diperiksa, rupanya sekringnya belum terpasang dengan benar, dan untungnya 17 mobil yang lain tidak ada masalah berarti. Kami di mobil nomor 14 dan langsung meluncur sesuai rute yang diputuskan.

Rutenya adalah dari Citos ke checkpoint pertama di rest area tol Serpong, lalu exit di BSD buat masuk lagi ke tol Serpong lalu masuk lagi ke tol JORR dan maju terus sampai ke checkpoint kedua di Pantai Indah Kapuk. Habis dari PIK, peserta diarahkan ke Ancol sebagai titik akhir rute test drive. Saat briefing, dijelaskan bahwa test drive kali ini juga sekalian adu irit-iritan antar 20 mobil.

Saya dan rekan-rekan media lain duduk bertiga di dalam Honda Mobilio E CVT nomor urut 14, dan kami sepakat untuk tidak benar-benar total mencapai angka seirit-iritnya. Kami normal saja, AC nyala, head unit nyala, kalau harus kickdown ya kickdown, sebagaimana normalnya orang lain nyetir mobil. Peserta lain ada yang total sampai tidak menyalakan AC, tidak menyalakan head unit dan mengusahakan mengemudi irit, tapi kami tidak terlalu peduli, Jakarta panas.

Seperti yang bisa diduga, driving experience Honda Mobilio 2019 tidak ada bedanya dengan yang sebelumnya. Suspensi sedikit stiff, pengendalian mantap dan akurat, setir enteng serta responsif, body roll termasuk minim untuk ukuran MPV. Suara dari kolong dan suara angin agak masuk saat kecepatan di 100 km/jam, dan CVT-nya sepertinya memang diset untuk efisiensi, sebab saat kecepatan 80 km/jam konstan, RPM hanya manteng di 1.000 RPM lebih sedikit.

Tenaga mesinnya tidak ada bedanya, tetap yang terbesar di kelasnya dan memang terasa demikian, apalagi jika pernah merasakan Mobilio manual. Sepanjang perjalanan, kami terjebak kemacetan sekitar 3 kali. Pertama saat mau masuk tol JORR dari Citos, kedua di tol JORR menuju PIK, ketiga saat mau masuk tol Grogol menuju Ancol. Hasilnya, dari Citos sampai Ancol tanpa harus memanggang diri di dalam karena AC kami tetap nyala, kami mencetak 14,8 km/liter.

Lumayan, menimbang-nimbang kami kena macet 3 kali. Kontestan lain ada yang mendapat hasil di atas 20 km/liter. Overall, mobil ini memang tidak terlalu berubah dibandingkan versi sebelumnya, ia tetap sama dalam hal driving experience. Kami berharap karena Honda Brio sudah diperbaru dan Mobilio sudah dapat kosmetik ringan, saatnya Honda BR-V diubah juga biar tidak kalah saing dengan rivalnya. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

New Honda Mobilio 2019 Dirilis, Pakai Lampu Proyektor & Velg Baru

New Honda Mobilio E 2019

Dikutip dari Autonetmagz.com– Sengit, itulah gambaran yang ada di dalam benak kami saat melihat peta persaingan LMPV di Indonesia pada tahun 2019 ini. Nah, persaingan di segmen ini makin panas dengan langkah terbaru Honda yang menghadirkan New Honda Mobilio 2019. Lantas, apa yang ditawarkan di New Honda Mobilio 2019 ini? Apa saja ubahan yang terjadi? berhubung versi ini adalah versi minor change, bukannya versi All New. Mari kita bahas lebih jauh.

New Honda Mobilio RS 2019

Nah, patut kalian ketahui, bahwa ubahan paling frontal dari New Honda Mobilio 2019 ada di trim atas, yaitu trim RS. Ubahannya antara lain adalah penggunaan lampu dengan model Proyektor yang juga hadir di trim E, lalu penggunaan velg baru model two tone dengan bentuk yang lebih segar, dan juga penggunaan grille yang sedikit disegarkan. Selain itu, ada juga LED DRL di lampu depan dari trim RS New Honda Mobilio 2019. Oiya, khusus untuk trim RS juga ada skema warna two tone dengan atap berkelir hitam yang mengharuskan kalian menambah biaya 1,5 juta Rupiah.

Selain itu, masih dari sisi eksterior, ada ubahan seperti lampu belakang yang diberi aksen smoke, dan antena model shark fin yang diklaim baru. Masuk ke sisi dalam, ubahan terjadi di sisi dalam dengan penambahan aksen berkelir orange yang juga muncul di Honda Brio. Selain itu, head unit dari New Honda Mobilio 2019 juga baru dengan ukuran 8 inci. Ubahan lainnya ada pada penyegaran meter cluster dengan logo RS, dan juga kursi yang kini sudah mendapatkan jahitan warna orange. Fitur lain seperti HSA, dan VSC serta 6 buah speaker dan Auto AC masih ada di trim RS. Lantas bagaimana dengan trim E kebawah?

Untuk sisi eksterior kini trim E menggunakan velg dual tone milik Honda Mobilio RS lawas, menemani LED DRL dan aero kit yang baru diberikan di update terbaru ini. Untuk sisi interior, ubahan di trim E kebawah hanyalah perubahan warna dashboard dan juga penggunaan head unit baru dengan layar sentuh berukuran 6,2 inci. Takehiro Watanabe, President Director PT HPM mengatakan, “Honda Mobilio merupakan produk yang penting karena sejak awal dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia dan telah memberikan kontribusi signifikan bagi Honda di Indonesia. Karena itu, kami terus melakukan penyegaran terhadap model ini untuk memberikan nilai lebih bagi konsumen.”

Harga New Honda Mobilio 2019

Untuk banderol, kini kesemua varian New Honda Mobilio 2019 naik 1 juta Rupiah dari versi sebelumnya, dan varian E Special Edition sudah tidak dipasarkan lagi. Untuk harga, kalian bisa lihat dari gambar diatas ini. Jadi, bagaimana tanggapan kalian atas New Honda Mobilio 2019 ini?

New Honda Civic Turbo 2019

Sesuai dengan prediksi kami sebelumnya, Honda Civic Turbo Facelift adalah produk kedua yang akan diperkenalkan oleh pihak HPM bersamaan dengan New Honda Mobilio 2019. Hal ini wajar, karena Honda Civic Turbo Facelift merupakan produk impor dari Thailand, dan di Thailand sendiri unit facelift dari sedan berturbo ini sudah diperkenalkan. Lantas, apa saja yang baru di Honda Civic Turbo Facelift ini? Yuk kita bahas.

Untuk sisi eksterior, ubahan paling kentara dari Honda Civic Turbo Facelift ini ada pada Front Lower Bumper yang baru. Selain itu, komponen yang ikut berubah adalah Rear Chrome Lower Garnish, dan LED Fog Light yang dilengkapi dengan Chrome Garnish. Tak berhenti sampai disana, Honda Civic Turbo Facelift juga hadir dengan menggunakan velg baru berukuran 17 inci yang sudah dilabur warna dual tone. Selain itu, tidak ada ubahan lain yang cukup berarti di sisi eksterior mobil ini. Berikutnya ubahan lain juga hadir di sisi interior dari mobil ini.

Ubahan yang cukup terlihat ada pada bentuk kursi yang baru. Selain itu, yang menarik ada pada penambahan kursi elektrik Power Seat Adjuster 4-way pada kursi penumpang. Masih di kabin Honda Civic Turbo Facelift, spion dari sedan turbo ini juga sudah diperlengkapi dengan fitur auto dimming. Takehiro Watanabe, President Director PT HPM menyebutkan, “New Honda Civic merupakan salah satu model dengan reputasi besar di berbagai negara, salah satunya termasuk di Indonesia. Penyegaran yang dilakukan pada desain bagian eksterior dan fitur di interior mengukuhkan kemewahan dan citra sporty dari model ini“

Nah, kalian tidak akan menemukan banyak varian di Honda Civic Turbo Facelift, karena kini hanya ada satu varian saja yang dijual oleh pihak HPM di Indonesia. Untuk urusan fitur dan spesifikasi mesin, tak ada perubahan jikalau dibandingkan dengan pendahulunya. New Honda Civic 1.5L Turbo tersedia dalam 5 warna yaitu Lunar Silver Metallic, Modern Steel Metallic, Crystal Black Pearl, Platinum White Pearl serta warna baru yaitu Rallye Red. New Honda Civic 1.5L Turbo ditawarkan dengan harga Rp 507.000.000 OTR Jakarta.

Jadi, bagaimana menurut kalian sosok Honda Civic Turbo Facelift ini? Apa Tanggapan kalian pada sedan berturbo yang banderolnya sudah tembus setengah milyar ini?

Generasi Terbaru Hond City Hadir Tahun Ini Pakai Mesin 1.000cc Turbo

Dikutip dari Autonetmagz.com, Nampaknya Honda akan memiliki jadwal yang cukup padat di tahun 2019 ini. Pasca beberapa spyshot mengenai Honda Jazz generasi keempat sempat bocor ke publik, kini giliran kabar generasi terbaru Honda City yang terkuak. Sedan kompak ini akan mendapatkan generasi terbaru di tahun 2019 ini, senada dengan saudara dekatnya, Honda Jazz. Dan menariknya, akan ada opsi mesin baru dan juga teknologi baru di sedan kompak terlaris di Indonesia ini.

Mengutip dari laman Gaadi Waadi, Honda City generasi ketujuh ini kabarnya akan muncul pertama kali di Thailand pada penghujung tahun 2019 ini. Kabar ini sesuai dengan perkiraan kemunculan Honda Jazz generasi terbaru yang dikabarkan akan menjalani debut di bulan Oktober 2019 ini. Nah, artinya, keduanya akan diperkenalkan dengan selang waktu yang tak terlalu lama, seperti generasi sebelumnya. FYI, Honda City generasi saat ini yang berkode GM6 ini sudah diperkenalkan sejak tahun 2013 silam, jadi 6 tahun nampaknya sudah cukup untuk lifespan dari generasi ini.

Nah, di generasi terbarunya, Honda City kabarnya akan menggunakan mesin baru berkubikasi 1.000cc dengan 3 silinder yang dilengkapi dengan teknologi VTEC Turbo dan Dual VTC System. Tahu sendiri kan bagaimana Honda biasanya melakukan tuning pada mesin turbonya, jadi tak terlalu mengejutkan saat sumber menyebutkan bahwa torsi mobil ini mencapai 200 Nm alias setara mesin 2.000cc. Torsi tersebut dikabarkan akan ada di rentang putaran mesin 2.000 hingga 4.500 rpm. Selain itu, Honda City terbaru juga akan menggunakan teknologi mild hybrid yang dipadaukan dengan mesin bensin 1.500cc.

Perpaduan mesin 1.500cc dengan dua buah motor listrik akan menjadi opsi khusus bagi mereka yang ingin lebih ramah lingkungan. Untuk varian ini, kabarnya akan ada 2 opsi transmisi, yaitu 6 percepatan manual, dan otomatis dengan model CVT yang sudah dirombak ulang oleh pihak Honda. Nah, belum jelas mengapa pihak Honda memilih Thailand untuk peluncuran mobil ini, namun nampaknya Negara Gajah Putih tersebut memang menjadi salah satu pusat pengembangan R&D sedan kompak untuk pasar Asia, dimana salah satunya adalah Honda Amaze terbaru.

Kita nantikan saja seperti apa sosok Honda City generasi ketujuh ini. Namun sedikit banyak, kita sudah bisa menebak bahwa styling sedan kompak ini akan banyak terinspirasi oleh dua kakaknya, yaitu Honda Accord dan Honda Civic. Jadi, besar kemungkinan desain mobil ini tak akan jauh dari kedua kakaknya tersebut. Jadi, bagaimana menurut kalian, kawan?

Servis Honda Mobilio Setelah 3 Tahun Segini Kisaran Biayanya

PT Honda Prospect Motor (HPM) memiliki mobil yang bermain di segmen Low Multi Vehicle Purpose (LMPV), Mobilio. Untuk melayani purnajual, salah satu program yang dimiliki Honda adalah paket Cermat (Cerdas + Hemat).

Melalui paket ini, konsumen dapat membeli Honda Mobilio yang telah dilengkapi paket perawatan berkala selama 4 atau 8 tahun di bengkel resmi Honda.

Keuntungan yang ditawarkan pada Paket Cermat ini antara lain adalah biaya perawatan yang lebih hemat, bebas kenaikan harga, dapat dicicil bersamaan dengan kredit mobil dan tentunya akan membuat kendaraan tetap prima.

“Honda memiliki paket Cermat yang sangat menguntungkan bagi konsumen, konsumen tidak lagi perlu membayar jasa dan part yang sifatnya periodikal, lebih hemat, bebas kenaikan harga, dapat dicicil bersamaan dengan kredit mobil,” ujar Service Manager Honda Lenteng Agung, Andri Suherman.

Harga paket cermat sendiri bervariasi, tergantung menggunakan jenis oli. Misalnya paket cermat 1, pakai oli jenis 10W 30 untuk tipe transmisi matic mulai dari Rp 3.980.000, sedangkan transmisi manual mulai dari Rp 3.600.000. Paket tersebut untuk jarak hingga 50 ribu kilometer atau 4 tahun, mana yang dilewati lebih dulu.

Sementara itu Honda juga menawarkan paket cermat 2 dengan jarak hingga 100 ribu kilometer atau 8 tahun. Untuk transmisi matic dikenakan biaya mulai dari Rp 9.670.000 dan manual Rp 8.910.000.

Namun bila konsumen tidak menggunakan Paket Cermat 2, yang asumsinya berakhir pada perawatan 50.000 km, artinya mulai dibebankan biaya tersebut mulai dari service 60.000 km. Lalu berapakah pengeluaran total biaya kepemilikan Mobilio transmisi manual hingga 100.000 km?

Dimulai dari servis berkala 60 ribu kilometer, pemilik disarankan mulai mengganti oli mesin, ring tab oli, saringan oli dan udara, serta oli rem dengan total Rp 645.000 ditambah ongkos jasa Rp 596.000 maka konsumen membayar Rp 1.241.000.

Pada kilometer 70 ribu, konsumen hanya mengganti oli mesin dan ring tab oli dengan biaya Rp 532.000 dan jasa Rp 432.000, totalnya Rp 964.000.

Di 80 ribu kilometer, pemilik perlu mengganti oli mesin, ring tab oli, saringan oli, busi, saringan busi, dan oli transmisi dengan total Rp 962.000 sementara untuk jasa Rp 1.018.000. Bila ditotal, konsumen mengeluarkan kocek Rp 1.980.000.

Untuk 90 ribu kilometer, biaya dan perawatan berkala sama dengan angka 70 ribu, totalnya Rp 964.000.

Terakhir 100 ribu kilometer, konsumen perlu mengocek untuk penggantian parts seperti oli mesin, ring tab oli, dan saringan oli dengan biaya Rp 424.000 dan jasa Rp 500.000, totalnya mencapai Rp 924.000.

Nah bila ditotal ternyata biaya servis Mobilio (MT) dari 60 ribu hingga 100 ribu kilometer mencapai Rp 6.073.000. Harga tersebut sudah termasuk jasa, dan PPN 10 persen.

Upaya pabrikan untuk menjaga kepercayaan pada konsumen adalah pelayanan purna jual. PT Honda Prospect Motor misalnya menawarkan paket Cermat untuk varian mobilnya, seperti di segmen Low MPV Mobilio.

“Honda memiliki paket Cermat yang sangat menguntungkan bagi konsumen, konsumen tidak lagi perlu membayar jasa dan part yang sifatnya periodikal, lebih hemat, bebas kenaikan harga, dapat dicicil bersamaan dengan kredit mobil,” ujar Service Manager Honda Lenteng Agung, Andri Suherman.

Berdasarkan hitungan secara manual, biaya servis Mobilio (MT) dari 60 ribu hingga 100 ribu kilometer mencapai Rp 6.073.000. Harga tersebut sudah termasuk jasa, dan PPN 10 persen.

“Paket ini opsional untuk konsumen, mereka bisa memilih sesuai jenis kebutuhannya, ada yang 4 tahun atau 50.000 km, dan 8 tahun atau 100 ribu kilometer, mana yang tercapai lebih dulu,” tambah Andri.

Untuk menghemat biaya pengeluaran kepemilikan, HPM sendiri menawarkan beberapa paket servis yang nilainya tidak sampai Rp 10 juta. Jasa dan beberapa part dibebaskan, untuk Mobilio Varian MT (Manual Transmisi), yakni Oil Filter, Oli Mesin, Washer Drain, Air Filter, Fuel Filter, Spark Plug, dan Brake Fluid. Sementara untuk varian matic, hanya menambah Transmision Fluid.

Bicara soal harga paket, dari data yang diberikan oleh pihak Honda Lenteng Agung bervariasi, tergantung jenis oli yang digunakan serta jarak dan waktu yang dipilih.

Untuk varian Mobilio MT dengan paket cermat 1 misalnya dengan waktu 4 tahun atau 50 ribu kilometer terbagi menjadi tiga harga, yakni Rp 3.600.000 (Oli 10W 30), Rp 3.900.000 (Oli 5W 30), dan Rp 4.300.000 (Oli 0W 20). Untuk varian matic harganya sedikit di atasnya, yaitu Rp 3.980.000 (Oli 10W 30), Rp 4.280.000 (5W 30), dan Rp 4.680.000 (0W 20).

Sementara itu Honda juga menawarkan paket hingga 100 ribu kilometer atau jangka waktu 8 tahun, yakni dimulai dari Rp 8.910.000, Rp 9.510.000, Rp 10.310.000 (untuk varian Mobilio MT). Sementara untuk varian matic, diantaranya Rp 9.670.000, Rp 10.270.000, dan Rp 11.070.000.

NJKB Honda Accord Turbo Muncul, Ini Angkanya!

Dikutip dari Autonetmagz.com, Rupanya pembukaan tahun 2019 disikapi dengan perang sedan Jepang. Pada GIIAS2018 kemarin, Mazda langsung menelurkan Mazda 6 baru, tentu saja lengkap denganpilihan tipe sedan atau estate. Hari Selasa (8/1) kemarin, giliran ToyotaIndonesia yang melakukan peluncuran pertama di 2019 dengan hadirnya ToyotaCamry 2019. Nissan? Pfftt… Nah, Toyota dan Mazda sudah bergerak, Honda apakabar?

Usut punya usut, rupanya Honda Indonesia juga tidak tinggal diam dalam mengurus sedannya. Setelah kelar dengan hadirnya City dan Civic Turbo, sekarang tinggal Honda Accord yang dapat giliran. Benar saja, di halaman Samsat Pajak Kendaraan Bermotor Jakarta, terdeteksi daftar nama Honda Accord 1.5TC EL CVT yang sudah terdaftar di Nilai Jual Kendaraan Bermotor alias NJKB. Lalu, berapa angkanya?

Harga Honda Accord yang tertera di NJKB tersebut adalah 538juta Rupiah, tapi bukan di situ yang menarik. Kami fokus pada kode 1.5 TC CVT,di mana ini bisa saja menunjukkan kalau Honda Accord Turbo terbaru nanti bakalmenggendong mesin 1.500 cc 4 silinder turbo layaknya Honda Civic Turbo dan CR-VTurbo. Soal output, Honda Accord Turbo bermesin 1.500 cc tersebut punya tenagadan torsi 192 hp dan 260 Nm.

Andaikan Mazda Indonesia yang diwakili Eurokars tidak menghadirkan Mazda 6 bermesin SkyActiv Turbo seperti milik CX-9, bisa jadi Honda Accord adalah satu-satunya di kelasnya yang pakai turbo. Jelas juga bahwa kode CVT berarti Honda Accord Turbo akan pakai CVT, sama halnya seperti sebagian besar Honda baru lain yang ada di sini.

Padahal awalnya kami harap varian Honda Accord Turbo yangbermesin 2.000 cc turbo yang dipasarkan di sini. Mobil itu memakai basis mesinHonda Civic Type R, namun dengan tenaga 252 hp yang jelas lebih kecil.Transmisinya pun menggiurkan, sebab ia pakai girboks otomatis 10 percepatan.Yah, masih ada kemungkinan, tunggu saja sampai mobilnya muncul. Apa opinimu?Sampaikan di kolom komentar!

8 Mobil yang Bikin Heboh Dunia Otomotif 2018

Dikutip dari detik.Oto,Jakarta – Tahun ini ratusan lebih model baru roda empat meluncur ke pasaran Indonesia. Namun dari sekian banyak model mobil baru di pasaran, model apa sih yang paling banyak mendapatkan perhatian masyarakat Indonesia?

Berikut kami sajikan mobil-mobil yang paling mendapatkan perhatian masyarakat lewat penelusuran data internal detikcom. Berita mobil-mobil ini begitu digilai pembaca detikcom.

  • Honda Brio

Honda Brio tercatat sebagai mobil yang paling bikin heboh tahun ini. Mobil mengalami perubahan yang signifikan baik di bagian luar dan dalam. Salah satunya adalah hilangnya kaca besar di bagasi belakang. Kaca yang besar dipotong sehingga menyerupai mobil secara keseluruhan.

Honda Brio generasi kedua dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pembeli mobil pertama dan keluarga di kota-kota. Generasi kedua Honda Brio ini memiliki 5 varian dengan harga mulai Rp 139 juta sampai Rp 190 juta

  • Honda BR-V
  • Honda Mobilio
    Mobil berikutnya yang paling menarik perhatian pembaca detikcom selama 2018 adalah Honda BR-V dan Mobilio. Mobil diluncurkan berbarengan di bulan April 2018 lalu.
    Honda BR-V memiliki pembaruan di bagian eksterior. Eksterior BR-V kini lebih segar dan menegaskan karakter kokoh dan tangguh dari sebuah mobil LSUV. Juga terdapat fitur baru di kabin yang membuat perjalanan semakin nyaman. BR-V di eksterior memiliki New Door Side Garnish. Berkendara dengan Honda BR-V juga menjadi lebih mudah dengan Power Retractable Door Mirror untuk melipat kaca spion secara otomatis dalam satu sentuhan, serta Shark Fin Antenna (untuk tipe Prestige).

Di dalam kabin, New Honda BR-V dibekali layar auido terlebar di kelasnya dengan head unit 8 inci Floating Touchscreen Display Audio. Pada bagian kursi pengendara juga telah dilenglapi New Armrest Console untuk menunjang kenyamanan pengendara selama perjalanan.

Sementara Mobilio datang varian baru special edition dengan beberapa penyegaran di eksterior yang elegan dan fitur baru di kabin. Di bagian depan, Mobilio edisi spesial ini punya New Front Grille Design dan New Fog Lamp Garnish. Juga ada New Exhaust Pipe Finisher di bagian belakang dan New 15 inchi Alloy Wheel Design.

Masuk ke dalam, di bagian dasbor mobil ini menggunakan 8″ Floating Touchscreen Audio canggih. Selain itu, terdapat juga New Armrest Console pada sisi bangku pengemudi.

. DFSK Glory 580

Mobil berikutnya yang mendapatkan perhatian cukup banyak saat meluncur di pasar Indonesia adalah SUV DFSK Glory 580. Saat harga diumumkan pada bulan Juli, mulai Rp 245 jutaan hingga Rp 308 jutaan, mobil langsung bikin banyak orang kepincut.

Glory 580 resmi diperkenalkan dalam 4 varian, diantaranya, Glory 580 1.8L Comfort 5MT Rp 245.900.000, Glory 580 1.5 T Comfort CVT Rp 282.000.000, Glory 580 1.5 T Luxury 6MT Rp 295.000.000, Glory 580 1.5T Luxury CVT Rp 308.000.000.

Satu penawaran yang paling diobral DFSK adalah garansinya yang mencapai 7 tahun atau 150.000 km. Selain itu, SUV Glory 580 ini juga ditawarkan dengan dua pilihan mesin, yakni mesin 1.8 L dan 1.5 L dengan pilihan transmisi manual dan transmisi otomatis CVT.

Selain masa garansi, cakupan garansi dari GLORY 580 juga luar biasa, yang mencakup seluruh kendaraan dan mesin, dan semua komponen heavy-duty bernilai tinggi, mulai dari ECU, sistem kemudi EPS, evaporator AC, radiator, dll., membuat konsumen sepenuhnya dapat menikmati pengalaman berkendara tanpa rasa khawatir.

Nissan Terra

Mobil berikutnya yang paling banyak menyedot perhatian saat diluncurkan tahun ini adalah SUV Nissan. Nissan Terra namanya. SUV Terra yang menjadi pesaing Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport dkk ini diklaim Nissan ideal untuk kawasan Asia Tenggara terlebih di Indonesia karena memiliki ground clearance 225 milimeter, untuk mengurangi resiko kerusakan dari jalanan berbatu atau tidak rata, maupun ketika berkendara saat banjir.

Terra masih mengusung mesin yang sama dengan Navara yakni YD25. Sehingga soal tenaga dan torsinya tidak terlalu memiliki perbedaan yang signifikan. Terra bisa menghasilkan tenaga setara 190 daya kuda dengan torsi 450 Nm. SUV dengan fitur yang cukup banyak ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 464

  • Varian baru Mitsubishi Xpander

Mitsubishi XpanderMitsubishi Xpander Foto: Mitsubishi

Mobil yang bikin heboh di tahun 2017 ini melanjutkan kehebohannya di tahun 2018 dengan penambahan 2 varian baru. Adapun dua tipe baru Xpander itu adalah Xpander GLS AT dan Xpander Sport MT.

Berikut detail harga Mitsubishi Xpander tipe baru:

  • Xpander GLS AT Rp 228.600.000
  • Xpander Sport MT 237.200.000
  • Nissan Grand Livina

Nissan Grand Livina Special VersionNissan Grand Livina Special Version Foto: Ruly Kurniawan

Setelah sekian lama, Nissan memoles Grand Livina dengan menghadirkan Grand Livina Special Version. Nissan Grand Livina special version dipercantik dengan aero kit depan bersama dengan Daytime running light. Begitu juga pada bagian samping dan belakang dengan aero kit yang dilengkapi dengan hiasan baja tahan karat, rear roof spoiler dwi warna.

Perubahan lainnya juga diberikan pada bagian kabin alias interior, dengan hadirnya Ornamen center cluster warna krom dan hitam terbaru, bersama audio steering wheel membuat Grand Livina Special Version makin keren.

Akan tetapi pada bagian penggerak, Grand Livina Special Version ini masih percaya pada mesin lamanya yakni HR15DE & Intelligent XTRONIC CVT 1.498 cc. Dengan perpaduan tersebut, mobil mampu merilis kekuatan maksimal hingga 109 PS di 5.600 rpm dan torsi 14.6 kh.m pada 4.000 rpm.

  • Toyota Rush

Toyota RushToyota Rush Foto: Toyota Astra Motor

Mobil terakhir yang bikin heboh masyarakat Indonesia dari catatan detikcom adalah Toyota Rush. Meski modelnya baru, Toyota tidak menaikkan harganya. Saat diperkenalkan bulan Januari harga All New Rush ditetapkan sama seperti model sebelumnya atau tidak mengalami kenaikan. Bahkan untuk varian 1.5 TRD Sportivo A/T, harganya lebih rendah Rp 3 juta dibandingkan model sebelumnya

Untuk memberi ruang kabin yang lebih luas, panjang All New Rush bertambah 230 mm menjadi 4.435 mm. Sementara lebar All New Rush dipertahankan 1.685 mm, begitu juga tinggi 1.705 mm dan jarak antar roda (wheel base) 2.685 mm.

Dipadu dengan sistem roda penggerak belakang, mesin baru berteknologi Dual VVT-i (2NR) serta ground clearance yang tinggi, All New Rush siap melewati berbagai rintangan dan kondisi jalan. Teknologi dual VVT-i (2NR), membuat performa All New Rush lebih efisien dalam pemakaian bahan bakar. Tenaga yang dihasilkan, 104 PS dan torsi 13,9 kgm.

Untuk meningkatkan kenyamanan, sistem suspensi menerapkan pengaturan (setting) yang lebih baik dengan stabilizer di bagian depan dan belakang. Tingkat kekedapan dan peredaman di dalam kabin juga menjadi lebih baik dibandingkan model sebelumnya.

Interior didesain untuk 7 penumpang dengan tiga baris bangku. Dalam dimensi yang baru, membuat interior menjadi jauh lebih luas, dimana jarak antara dashboard dengan bangku ke tiga kini mencapai 2.525 mm. Ini memberi ruang yang luas dalam mendesain posisi bangku, dimana jarak antara bangku depan dengan baris kedua menjadi 925 mm atau lebih longgar 45 mm dibandingkan model sebelumnya.

Jarak bangku baris ke dua dengan bangku baris ke tiga 700 mm, sehingga penumpang baris ketiga jauh lebih nyaman dibandingkan model sebelumnya. Dan ini masih menyisakan ruang yang luas untuk tempat bagasi. Panjang bagasi All New Rush mencapai 450 mm atau lebih panjang 150 mm dibandingkan model sebelumnya.

Semua varian All New Rush dilengkapi LED headlamp, integrated LED rear combination lamp, tombol start-stop mesin, AC double blower, head unit 7 inci, kamera parkir mundur, grille chrome hitam, pengaturan naik-turun kemudi, 6 kantong udara, Vehicle Stability Control (VSC), indikator pengingat 7 sabuk pengaman, Anti-Lock Braking System (ABS), Electronic Brake Force Distribution (EBD), Hill Start Assist (HSA), dan Emergency Stop Signal (ESS).

Sementara untuk tipe TRD, hadir lebih eksklusif dan gagah dengan TRD aerokit dan ban ukuran 17″. Selain itu terdapat soft touch ornament, leather steering wheel & shift knob lever, fitur smart entry serta fungsi Auto A/C dengan layar digital untuk memberikan kenyamanan serta kemudahan dalam berkendara.

Mobil-mobil yang Bikin Heboh Dunia Otomotif 2018

Punya Tampang Baru, Brio Laku Keras

Tampang baru Brio

Jakarta – Sejak diluncurkan pada GIIAS 2018, All New Honda Brio memikat masyarakat Indonesia. Tercatat pada bulan November 2018, Honda Brio mencetak rekor penjualan 8.152 unit. Menjadi angka paling tinggi menjelang akhir tahun 2018.

Secara spesifik segmen Low Cost Green Car (LCGC) memberikan kontribusi angka paling banyak, yakni All New Honda Brio Satya sebanyak 6.398 unit. Sedangkan penjualan All New Honda Brio RS tercatat sebanyak 1.754 unit, lebih tinggi 36% dibandingkan bulan sebelumnya.

Angka tersebut didapatkan dari keterangan resmi yang diterima detikOto, Rabu (5/12/2018). Honda Brio dikatakan memberikan persentase 52 persen untuk angka penjualan mobil Honda.

“Pada bulan November, All New Honda Brio telah dikirimkan selama sebulan penuh kepada konsumen, setelah memulai pengiriman pertama pada pertengahan bulan Oktober,” kata Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM Jonfis Fandy.

“Hasil penjualan di bulan lalu juga menunjukkan All New Honda Brio diterima dengan sangat baik oleh konsumen dan memberikan kontribusi signifikan terhadap penjualan Honda.” tambah Jonfis.

Selain All New Honda Brio, produk andalan lainnya yakni New Honda HR-V 1.5L mencatat penjualan sebanyak 3.545 unit, naik 4% dibandingkan bulan lalu.

Model-model lainnya yang turut berkontribusi signifikan di bulan November adalah Honda Jazz yang terjual sebanyak 1.331 unit, diikuti Honda CR-V sebanyak 1.224 unit, Honda Mobilio terjual sebanyak 837 unit dan Honda BR-V sebanyak 316 unit

Honda Civic Hatchback mencatat penjualan sebanyak 129 unit, sementara New Honda HR-V 1.8L terjual sebanyak 112 unit. Untuk mobil Sedan, Honda Civic Sedan terjual sebanyak 134 unit diikuti Honda City sebanyak 45 unit dan Honda Accord sebanyak 11 unit.

Sedangkan pada kelas premium, Honda Odyssey membukukan penjualan sebanyak 7 unit dan Honda Civic Type R sebanyak 2 unit.

Salah satu perubahan yang menjadi andalan pada New Honda Brio yakni penggunaan transmisi CVT (Continously Variable Transmission). Dengan transmisi tersebut, diklaim New Honda Brio bakal lebih efisien dalam bahan bakar.

Transmisi CVT merupakan transmisi otomatis yang dikontrol secara elektronik dengan drive pulley dan driven pulley serta steel belt. Sistem transmisi ini tidak bekerja secara bertahap, melainkan bekerja dari kecepatan rendah ke kecepatan maksimum. Pilihan CVT saat ini terdapat pada New Honda Brio RS dan New Honda Brio Satya.

Penggunaan transmisi CVT pada New Honda Brio dikatakan Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM), Jonfis Fandy yakni pada efisiensi bahan bakar.

“CVT punya kelebihan banyak dibanding dengan AT yang kita perkenalkan sebelumnya. CVT bisa menambah efisiensi bahan bakat. Karakter LCGC lebih cocok dengan CVT yang hemat bahan bakar. Dengan CVT bahan bakar lebih efisien karena distribusi mesin ke roda kan lebih efisien. Kalau CVT kan gear cuma 2, jadi tidak banyak gesekan,” kata Jonfis.

Sementara itu, Manager Service Division PT HPM, Muhammad Zuhdi memastikan bahwa New Honda Brio merupakan LCGC yang pertama menggunakan teknologi CVT tersebut.

“Untuk transmisi di Honda Brio adalah LCGC pertama yang menggunakan teknologi CVT,” jelas Zuhdi kepada wartawan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dibekalinya CVT yang dilengkapi dengan Torque Converter pada New Honda Brio tak hanya untuk membuat bahan bakar menjadi semakin efisien.

Terdapat sejumlah keunggulan untuk meningkatkan performa mobil yang meliputi tenaga yang lebih kuat dalam akselerasi, performa dinamis, mengurangi berat, serta mengurangi gesekan.

“Dengan improve technology ini, tenaga dan efisiensi bahan bakar meningkat. Friksi dan bobot dikurangi serta suhu dijaga supaya tidak meningkat,’ tandasnya.